Jakarta (ANTARA) – Penjualan grosir (wholesale) mobil merek China di Indonesia mencapai 113.258 unit sepanjang tahun lalu dan menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pengamat menyebut capaian ini menunjukkan menguatnya penerimaan publik terhadap merek-merek China, yang didukung keunggulan teknologi dan jaminan keamanan.
Penjualan grosir mobil-mobil China pada 2025 melonjak 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan BYD mencatatkan penjualan tertinggi yaitu 46.711 unit, disusul Wuling dan Chery dengan masing-masing 19.391 dan 18.651 unit.
Tren ini mengindikasikan meningkatnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap merek-merek asal China meski sebagian besar dari mereka baru masuk ke Indonesia dua atau tiga tahun terakhir. Menurut pakar otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, salah satu keunggulan merek-merek ini adalah fitur teknologinya.
“Merek-merek ini menawarkan harga setara mobil berbahan bakar fosil (Internal Combustion Engine/ICE) kelas menengah dan bawah, tetapi memberikan produk dengan desain dan fitur yang biasanya hanya muncul di mobil segmen kelas atas, seperti layar besar, konektivitas digital, dan fitur ADAS. Dengan demikian, konsumen mendapatkan value for money yang tinggi,” ujarnya kepada Xinhua.
Di samping itu, pabrikan China juga disebut berhasil menjawab keraguan konsumen domestik terkait keamanan kendaraan listrik dengan memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi baterai. Hal ini turut didukung penawaran jaminan garansi kendaraan dan baterai yang bisa mengurangi kekhawatiran pelanggan.
Tidak sedikit dari merek tersebut bahkan sudah memulai perakitan lokal meski terbilang masih baru di pasar otomotif Indonesia. Misalnya Xpeng, yang meluncurkan mereknya di Indonesia pada Februari 2025 dan dalam waktu kurang dari lima bulan sudah resmi memulai perakitan lokal di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pabrik ini juga menjadi yang pertama di luar China.
Namun, selain karena faktor-faktor tersebut, pertumbuhan pesat penjualan merek-merek China ini juga sejalan dengan semakin bertambah banyaknya merek baru yang berdatangan. Setidaknya terdapat tujuh merek baru yang meluncur ke Indonesia sepanjang tahun lalu, di antaranya Geely, Xpeng, Jaecoo, Denza, Changan, Honri, dan Lepas.
Pabrikan China ini masih mampu mencatatkan pertumbuhan tinggi saat kinerja industri otomotif nasional secara keseluruhan justru melemah. Penjualan grosir mobil nasional tahun lalu tercatat sebanyak 803.687, turun 7 persen dari tahun sebelumnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026











