Berita

Pemimpin Hyundai jajaki peluang bisnis di China, AS, dan India

×

Pemimpin Hyundai jajaki peluang bisnis di China, AS, dan India

Share this article


Jakarta (ANTARA) – Pemimpin grup raksasa otomotif Korea Selatan Hyundai Motor Group pada awal tahun baru telah mengunjungi tiga pasar utama luar negeri, yakni China, Amerika Serikat (AS), dan India, sebagai bagian dari strategi ekspansi global grup menurut pernyataan perusahaan pada Rabu.

Menurut siaran pers perusahaan yang dikutip dalam warta Yonhap, Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group Euisun Chung mengunjungi ketiga negara itu untuk mengeksplorasi peluang bisnis yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan masa depan grup sekaligus mencari kemitraan dengan perusahaan-perusahaan global terkemuka.

Selama perjalanan 10 hari yang berakhir pada Selasa (13/1), Chung menghadiri Forum Bisnis Korea-China yang diadakan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Lee Jae Myung ke China, mengunjungi pameran teknologi informasi dan elektronik CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, dan melakukan tur ke fasilitas produksi grup di India.

Selama di Beijing, Chung bertukar pandangan dengan pemimpin produsen baterai terbesar dunia Contemporary Amperex Technology Co. (CATL), Zeng Yuqun, mengenai kerja sama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik.

Di samping itu, dia bertemu dengan pemimpin China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec) Hou Qijun untuk membahas peluang kolaborasi dalam bisnis terkait hidrogen.

Guna meningkatkan penjualan kendaraannya di China, Hyundai Motor Co. meluncurkan model kendaraan listrik khusus untuk pasar China, Elexio, pada Oktober dan berencana menambah jajaran kendaraan elektriknya di pasar otomotif terbesar dunia itu menjadi enam model pada 2030.

Afiliasi yang lebih kecil, Kia Corp., berencana memperbanyak kendaraan listrik China-nya dengan memperkenalkan setidaknya satu model baru setiap tahun hingga 2027 setelah peluncuran EV6 pada 2023.

Baca juga: Hyundai manfaatkan robot Atlas untuk dukung pabrik di Georgia

Saat menghadiri CES 2026, Chung mengadakan pertemuan dengan eksekutif dari perusahaan-perusahaan teknologi besar global seperti CEO Nvidia Corp. Jensen Huang dan Chief Operating Officer (COO) Qualcomm Inc. Akash Palkhiwala.

Grup perusahaan memaparkan strategi kecerdasan buatan dan robotika dan menampilkan robot humanoid Atlas yang dikembangkan oleh anak perusahaannya di AS, Boston Dynamics, dalam pameran itu.

Selama berada di India, Chung mengunjungi tiga fasilitas produksi, yakni pabrik Chennai dan Pune milik Hyundai Motor serta pabrik Anantapur milik Kia, untuk meninjau operasi produksi dan strategi penjualan.

Hyundai Motor Group menempati peringkat kedua di pasar otomotif India dengan pangsa pasar sekitar 20 persen. Ketiga pabrik milik perusahaan di India memiliki kapasitas produksi gabungan 1,5 juta kendaraan per tahun.

Grup tersebut ingin menjadikan India sebagai “pusat ekspor strategis” setelah pencatatan saham Hyundai Motor India di bursa saham India pada 2024 dalam penawaran perdana saham terbesar dalam sejarah di negara itu.

“Hyundai dapat tumbuh selama tiga dekade terakhir berkat dukungan rakyat India,” ujar Chung.

“Kami harus mengejar strategi merek lokal untuk 30 tahun ke depan agar Hyundai dapat menjadi perusahaan yang benar-benar nasional di India,” ia menambahkan.

Baca juga: Hyundai pamer Staria elektrik di Brussels Motor Show

Baca juga: Porsche dikabarkan siapkan simulasi perpindahan gigi di mobil listrik

 

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *